Senin, 10 Februari 2014

Gen Terpaut Sek | Laporan Biologi

A.    TUJUAN

Tujuan dalam praktikum kali ini adalah
1.      Membuktikan percobaan dari Morgan
2.      Mengetahui jenis mutan dan jenis kelamin lalat buah (Drosophila Melanogasker) yang di amati pada botol S33
3.      Mengetahui parental dan jenis kelamin dari lalat buah (Drosophila Melanogasker) yang diamati pada botol S33
4.      Dapat membuat diagram persilangan dari parental F1 dan F2


B.     TINJAUAN PUSTAKA
Di kebanyakan bentuk kehidupan dapat kita bedakan jenis kelaminnya, maka kromsom turut pula berperan dalam penentuan kelamin. Hal ini di karenakan kromosom mengikuti pola segregasi yang tertentu dan dapat diramalkan, maka dapat kita harapkan penyebaran kelamin yang jelas. Pada individu jantan dan betina umumnya menunjukan perbedaan dalam salah satu pasangan kromosomnya. Pasangan kromosom yang menyebabkan perbedaan jenis kelamin ini disebut kromosom kelamin. Pasangan kromosom lain yang sama dalam sel kedua jenis kelamin spesies itu disebut otosom. Pada manusia dan pada kebanyakan hewan, jenis kelamin keturunannya ditentukan oleh penyebaran kromosom kelamin pada waktu terjadi fertilisasi.

            Pada kromosom seks dikenali gen-gen yang terpaut di dalamnya dan gen-gen yang terangkai pada kromosom kelamin ini disebut gen terpaut kelamin (seks lingked gens). Dengan adanya dua macam kromosom kelamin, yaitu kromosom –X dan kromosom –Y, maka gen-gen terpaut seks dapat dibedakan menjadi gen terpaut –x dan gen terpaut –y. gen yang terpaut pada kromosom x tidak lain dibandingkan dengan gen-gen autosom. Karena tidak mempunyai alel pada kromosom y. maka gen terpaut kelamin dapat menunjukkan ekspresinya walaupun dalam keadaan tunggal, baik resesif maupun dominan.
   Rangkai kelamin mula-mula ditemukan oleh T.H Morgan dalam percobaannya menggunakan lalat buah Drosophila Melanogaster dengan memperhatikan warna matanya. Morgan dalam percobaannya telah berhasil menemukan adanya tautan seks dengan menyilangkan ♀ Drosophila Melanogaster bermata merah dengan ♂ Drosophila Melanogaster bermata putih. Menghasilkan F1 100% bermata merah. Kemudian F1 dikawinkan dengan sesamanya menghasilkan F2 yaitu 75% bermata merah dan 25% bermata putih. Tetapi semua keturunan F2 yang bermata putih hanya jantan. Hal ini menunjukkan gen yang menentukan warna mata Drosophila tertaut pada kromosom x.
Dari percobaan tersebut kemudian morgan menyimpulkan bahwa generasi generasi yang menentukan warna putih itu hanya memperlibatkan pengaruh pada lalat jantan saja. lagi pula gen yang menentukan warna mata terdapat pada kromosom x.

C.     ALAT DAN BAHAN

Alat :
1.      Gabus
2.      Kuas kecil
3.      Botol berpipet yang berisi eter
4.      Loupe
5.      Botol Kultur
6.      Cawan Petri
7.      Kapas
8.      Botol bius
9.      Botol pembunuh
10.  Sumbat gabus
11.  Kaca pembesar
Bahan :
1.      Lalat Buah (Drosophila Melanogasker)
2.      Eter
3.      Medium
4.      Larutan sabun detergen
D.    CARA KERJA

1.      Mengambil semua Drosophila yang telah dewasa dari botol kultur dengan cara menyentakan secara pelan – pelan pada bantalan sterofom (kabus) sehingga lalat buah yang berada di botol kultur akan berada di bawah.
2.      Membuka sumbat botol kultur lalu di tautkan atau di sambungkan dengan botol bius, pegang kedua botol dengan tangan kiri dan jangan sampai ada celah antara botol kultur dengan botol bius.
3.      Menunggu hingga lalat yang ada di botol kultur berpindah ke botol bius, untuk mempermudah dalam pemindahan lalat maka arahkan botol bius kearah sumber cahaya.
4.      Setelah banyak lalat yang masuk ke botol bius, lepaskan botol bius dari botol kultur dan langsung di sumbat kembali dengan penutupnya. Begitu juga botol kultur tutup dengan sumbat gabus. Hal ini perlu karena menjaga agar lalat yang ada di dalam botol tidak keluar dari botol.
5.      Meneteskan 3-4 kali eter ke dalam botol bius melalui bagian sumbat yang ada kapasnya. Kemudian tunggu beberapa menit hingga lalat yang ada di botol bius tidak bergerak (terbius).
6.      Setelah semua lalat sudah terbius (tidak bergerak atau berjalan) maka letakan pada cawan petri dan letakan di atas kertas putih agar mempermudah dalam pengamatan atau perhitungan jenis mutan.
7.      Menghitung jumlah mutan lalat buah serta membedakan jenis kelaminnya dan mengamati jenis mutan lalat buah.
8.      Jika dalam pengamatan ada lalat yang terbangun itu maka alangkah baiknya di bius lagi dengan cara meneteskan eter ke dalam kapas secukupnya kemudian kapas tersebut di letakkan dalam cawan petri kemudian tutup kembali.
9.      Lalat yang sudah di hitung dan tidak di pergunakan lagi kemudian di buang dalam botol pembunuh yang berisi sabun detergen atau alkohol. Hal ini perlu dilakukan agar lalat yang tidak digunakan tiba-tiba terbangun kembali dan lepas maka akan mengganggu populasi lalat buah di sekitar lingkuannya.
10.  Setelah itu membuat laporan sementara berdasarkan hasil perhitungan jumlah mutan dan perbedaan jenis kelamin lalat buah tersebut.

E.     HASIL
1.      Nomor Botol               :  S33
Parental                       :    white      x      black
                                         w                          
2.      Perbandingan menggunakan analisis Chi Kuadrat (X2)

♂ normal
♂ black
♂ white
white black
♀ normal
Black
White
Black white
Jml
ft
48
18
42
11
51
17
49
8
244
Ft
45,75
15,25
45,75
15,25
45,75
15,25
45,75
15,25
244

Keterangan:
ft: Jumlah Individu yang diamati
Ft: Jumlah individu yang diharapkan
Jumlah individu yang di harapkan:
♂ normal dan ♂ white
 45,75
♂ black dan ♂ white black
♀ normal dan ♀ black
♀ black dan ♂ white black


Derajat kebebasan (dk)k
                                     
Table Chi Kuadrat = 14,04

X2  = ∑  
=   +  +  + +
      +  +  +
=   + +  +
  + +
=   +  +   +  +
  +  +   +  
=   0,1106557 + 0,4959016 + 0,307377 + 1,1844262
      0,602459 + 0,2008197 + 0,2308743 + 3,452623     
=    6,5851365
Kesimpulan:
Dari hasil yang di peroleh yaitu 6,5851365 jika di bandingkan dengan tabel Chi kuadrat 14,04  menunjukan hasil tersebut lebih kecil dari 14,04. Artinya pada taraf kepercayaan 95 % hasil tersebut masih memenuhi perbandingan yang di harapkan.

3.      Diagram Persilangan

Parental:      ♀ black                X                     ♂ white
                                                       w     
F          : ♀ normal                    x                      ♂ normal
                                                              
           
P          : F         X         F
                  ♀ normal        X         ♂ normal
                                                        
F          :
  Betina
                            = ♀ normal
                        2    = 2 ♀ normal
                                        = ♀ black
                          = ♀ normal
                        2    = 2 ♀ normal
                                        = ♀ black

Jantan:
                             = ♂ normal
                          2   = 2 ♂ normal
                                          = ♂ black
                               = ♂ white
                          2   = 2 ♂ white
                                          = ♂ white black

Jadi perbandingan rasio fenotipe generasi ke dua (F) yaitu
♀ normal: ♀ black: ♂ normal: ♂ black: ♂ white: ♂ white black
       6      :         2     :        3     :          1    :       3     :             1


F.      PEMBAHASAN

Dari percobaan yang telah dilakukan pada botol nomor D5 dapat diketahui bahwa :
Didapatkan Parental dari lalat yang berada di dalam botol S33 yaitu white  x  black dengan ciri-ciri mutan white adalah bermata putih dan sayap panjang dan black dengan tubuh berwarna hitam, mata merah serta sayap panjang. Mutan tersebut dapat di bedakan jenis kelaminnya dengan jantan bercirikan pada bagian tubuh bagian belakang terdapat corak hitam dan tubuhnya lebih kecil sedangkan pada betina lebih besar dan tubuh bagian belakangnya tidak terdapat corak hitam atau berati berwarna putih.
            Pada praktikum ini setelah menghitung jumlah mutan kemudian menentukan jenis mutan serta menentukan jenis kelamin lalat buah di dapatkan parental jantan black dan betina white. Dari parental tersebut menghasilkan F1 adalah jantan white dan betina normal. Kemudian setelah itu dengan mencari F2 menghasilkan :
Jantan : 3 normal, 1 black,  3 white, 1 white black
Betina : 3 normal, 1 black, 3 white, 1 white black
Kemudian menghitung chi kuadrat (X2) menghasilkan data yang lebih kecil dari tabel chi Kuadrat. Artinya pada taraf kepercayaan 95 % hasil tersebut masih memenuhi perbandingan yang di harapkan atau sesuai dengan percobaan Morgan.
Namun setelah dilakukan pengoreksian oleh Asisten Dosen ternyata parental pada botol S33 adalah Jantan White dan betina Black. Dari parental tersebut menghasilkan F1 adalah jantan normal dan betina normal. Kemudian dengan mencari F2 menghasilkan :
Jantan : 3 normal, 1 black, 3 white dan 1 white black
Betina : 6 normal dan 2 black sehingga pada betina tidak ada jenis mutan white dan white black.
Namun dari hasil ini telah dapat membuktikan bahwa pada persilangan tersebut sudah sesuai dengan eksperimen Morgan yang menyilangkan antara betina normal dengan jantan white menghasilkan keturunan F yang semuanya normal. Hasil keturunan F juga sudah sesuai dengan hukum Morgan dimana pada keturunan kedua ini hanya lalat jantanlah yang mempunyai lalat yang matanya berwarna putih dan sebaliknya pada lalat betina semuanya mempunyai mata berwarna merah baik lalat normal maupun black.
            Jika di awal dugaan pada botol S33 memiliki parental jantan black dan betina white tentunya memiliki keturunan F1 dan F2 yang tidak sama jika dibandingkan parental jantan white dan betina white. Hal tersebut karena hasil dari persilangan gen terpaut seks sangat tergantung dan dipengaruhi oleh kedua fenotif dari jenis kelamin parentalya.
            Adanya kesalahan dalam pengamatan percobaan ini dalam menentukan parental disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
1.      Kelalaian dalam menghitung lala buah (D. Melanogaster)  yang kurang teliti sehingga data yang diperoleh tidak valid.
2.      Adanya kesalahan dalam melakukan pembiusan sehingga ada beberapa lalat yang keluar dari botol yang menyebabkan pengamatan jadi terganggu.
3.      Adanya lalat yang belum dewasa atau masih kepompong dari beberapa jenis mutan sehingga mempengaruhi dalam perhitungan jenis mutan untuk menentukan parental berdasarkan jenis kelaminnya dan lain-lain.










G.    KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa :

1.            Parental pada botol nomor S33 yaitu white    x    black.
     w                                     

2.            Generasi ke dua (F2) diperoleh perbandingan :
♀ normal: ♀ black: ♂ normal: ♂ black: ♂ white: ♂ white black
       6      :         2     :        3     :          1    :       3     :             1
3.            Hasil dari persilangan gen terpaut seks dipengaruhi oleh fenotif  jenis kelamin kedua induknya.
4.            Generasi F1 dari parental jantan white dan betina black menghasilkan jantan normal dan betina normal.
5.            Adanya perbedaan keturunan F1 maupun F2 antara parental jantan black disilangkan dengan betina white dengan parental jantan white disilangkan dengan betina black.
6.            Pada parental jantan white dan betina black tidak menghasilkan keturunan F2 betina white ataupun betina white black.

Daftar Pustaka

Kusdiarti,lilik. 2006. Genetika Tumbuhan cetakan ke-5. Yogyakarta: Gajah Mada University press.
Kwon Nio, Tjan. 1991. Genetika Dasar . Bandung. ITB
Sisunandar. 2012. Penuntun Praktikum Genetika. Purwokerto. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Yatim, Wildan. 1986. Genetika. Bandung. Tarsito
 http://riefhans.blogspot.com/2013/09/persilangan-gen-terpaut-seks.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar