Rabu, 19 Februari 2014

Laporan Pembuatan Media | BIOLOGI




A.     Latar Belakang
Medium adalah substansi yang terdiri atas campuran zat-zat makanan (nutrien) yang dipergunakan untuk pemeliharaan dan pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme juga merupakan mahluk hidup, untuk memeliharanya dibutuhkan medium yang harus mengandung semua zat yang diperlukan untuk pertumbuhannya, yaitu antara lain senyawa-senyawa organik (protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin). Medium digunakan untuk melihat gerakan dari suatu gerakan mikroorganisme apakah bersifat motil atau non motil, medium ini ditambahkan bahan pemadat 50%  (Ratna Hadioetomo. 1990).
Untuk keperluan hidupnya, semua makhluk hidup memerlukan bahan makanan. Bahan makanan ini diperlukan untuk sintesis bahan sel dan untuk mendapatkan energi. Demikian juga dengan mikroorganisme, untuk kehidupannya membutuhkan bahan-bahan organik dan anorganik dari lingkungannya. Bahan-bahan tersebut disebut dengan nutrient (zat gizi), sedang proses penyerapanya disebut proses nutrisi. Peran utama nutrien adalah sebagai sumber energi, bahan pembangun sel, dan sebagai aseptor elektron dalam reaksi bioenergetik (reaksi yang menghasilkan energi). Oleh karenanya bahan makanan yang diperlukan terdiri dari air, sumber energi, sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber mineral, faktor pertumbuhan, dan nitrogen (Zaif. 2009).
Media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya (Indra, 2008).
B.     Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui beberapa jenis media mikroba berdasarkan komposisi dan konsistensinya.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Mikroorganisme sebagai mahluk hidup sama dengan organisme hidup lainnya sangat memerlukan energi dan bahan-bahan untuk membangun tumbuhannya, seperti dalam sintesa protoplasma dan bagian-bagian sel yang lainnya. Bahan-bahan tersebut disebut nutrien. Untuk memanfaatkan bahan-bahan tersebut, maka sel memerlukan suatu kegiatan-kegiatan, sehingga menyebabkan perubahan kimia di dalam selnya. Semua reaksi yang terarah yang berlangsung di dalam sel ini disebut metabolisme. Metabolisme yang melibatkan berbagai macam reaksi di dalam sel tersebut, hanya dapat berlangsung atas bantuan dari suatu senyawa organik yang disebut katalisator organik atau biasa disebut biokatalisator yang dinamakan enzim. Untuk dapat memahami tentang nutrisi dan metabolisme ini, pengetahuan dasar biokomia sangat dibutuhkan (Natsir Djide dan Sartini. 2006).
Medium adalah substansi yang terdiri atas campuran zat-zat makanan (nutrien) yang dipergunakan untuk pemeliharaan dan pertumbuhan mikroorganisme. Mikroorganisme juga merupakan mahluk hidup, untuk memeliharanya dibutuhkan medium yang harus mengandung semua zat yang diperlukan untuk pertumbuhannya, yaitu antara lain senyawa-senyawa organik (protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin). Medium digunakan untuk melihat gerakan dari suatu gerakan mikroorganisme apakah bersifat motil atau non motil, medium ini ditambahkan bahan pemadat 50% (Ratna Hadietomo, 1990).
Suatu medium yang mengandung substansi kompleks seperti ekstrak daging, trifton, darah dan juga dapat disebut medium buatan atau medium kompleks. Sebagai lawannya kita aduk medium yang masing-masing medium yang ditentukan. Medium sintetik mungkin sangat rumit atau atau sangat berbeda sesuai dengan mikroorganisme tertentu yang hendak ditumbuhkan untuk sebagian besar medium sintetik hanya digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme dilaboratorium penelitian. Banyak medium saringan lain yang serupa dengan kaldu yang mengandung makanan (Pelozar, 1996).
Mikroorganisme dapat menggunakan makanan dalam bentuk padat dan dapat pula yang hanya menggunakan bahan-bahan dalam bentuk cairan atau larutan. Mikroorganisme yang menggunakan makanannya dalam bentuk padat tergolong tipe holozoik. Mikroorganisme yang dapat menggunakan makanannya dalam bentuk cairan atau larutan disebut holofitik. Ada beberapa mikroorganisme yang dapat menggunakan makanannya dalam bentuk padatan, tetapi makanan tersebut sebelumnya harus dicerna, di luar sel dengan bantuan enzim ekstraseluler (Iptek, 2009).
Peran utama nutrien adalah sebagai sumber energi, bahan pembangun sel, dan sebagai aseptor elektron dalam reaksi bioenergetik (reaksi yang menghasilkan energi). Oleh karenanya bahan makanan yang diperlukan terdiri dari air, sumber energi, sumber karbon, sumber aseptor elektron, sumber mineral, faktor pertumbuhan, dan nitrogen. “Selain itu, secara umum nutrient dalam media pembenihan harus mengandung seluruh elemen yang penting untuk sintesis biologik oranisme baru (Arfiandi. 2009).
Tiap sel harus mensintesis sendiri konstituen tubuhnya dari zat-zat sederhana yang ditemukan dalam lingkungannya. Kebanyakan dari zat-zat ini berupa makanan dalam bentuk suspensi atau larutan yang ditemukan dalam air laut, sungai, danau, air selokan (gorong), atau bahan-bahan organik lain yang mengalami penguraian, dan sebagainya. Sifat kimia dan fisika dari habitat ini menentukan jenis organisme yang dapat tumbuh atau hidup di lingkungan itu (Widya. 2009).
Menurut (Pelozar. 1996) Klasifikasi medium berdasarkan fungsinya digolongkan menjadi 7 golongan, yaitu:
1. Medium umum, media yang ditambahkan bahan-bahan yang bertujuan menstimulasi pertumbuhan mikroba secara umum. Contoh Nutrien Agar (NA) untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri, Potato Dextose Agar (PDA) untuk menstimulir pertumbuhan fungi.
2. Medium khusus, merupakan medium untuk menentukan tipe pertumbuhan mikroba dan  kemampuannya untuk mengadakan perubahan-perubahan kimia tertentu misalnya, medium tetes tebu untuk Saccharomyces cerevisiae.
3. Media diperkaya (enrichment media), media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Hal ini dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang jumlahnya sedikit dalam suatu campuran berbagai mikroba contoh Chocolate media dan Yeast-Extract-poptasium Nitrat Agar.
4.  Media selektif, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu yang akan menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan yang ada dalam suatu spesimen. Inhibitor yang digunakan berupa antibiotik, garamk dan bahan-bahan kimia lainnya.
5.  Media differensial, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan kimia atau reagensia tertentu yang menyebabkan mikroba yang tumbuh memperlihatkan perubahan-perubahan spesifik sehingga dapat dibedakan dengan jenis lainnya.
6.   Medium penguji (Assay medium), yaitu medium dengan susunan tertentu yang digunakan untuk pengujian senyawa-senyawa tertentu dengan bantuan bakteri misalnya medium untuk menguji vitamin-vitamin, antibiotika dan lain-lain.
7.  Medium perhitungan jumlah mikroba yaitu medium spesifik yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba dalam suatu bahan, misalnya medium untuk menghitung jumlah bakteri E. coli air sumur.


BAB III METODE PRAKTIKUM

A.     Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya Praktikum ini adalah :
Hari/ Tanggal        : Senin/ 2 Juli 2012
Waktu                   : 08.00 wita sampai selesai
Tempat                  : Laboratorium Mikrobiologi Lantai 2 Fakultas Sains dan
                                Teknologi UIN Alauddin Makassar.
B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
Adapun Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah labu erlenmeyer, gelas kimia, gelas ukur, neraca analitik, batang pengaduk, bunsen, autoklaf, kulkas, corong, pisau, incubator, hot plate, dan stirrer.
2.  Bahan
 Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah kentang, dekstrosa, bacto agar, air suling, ekstrak daging, pepton, kapas dan kertas saring, karet gelang, kapas, almunium foil,
C.  Prosedur Kerja
1.      Medium nutrient agar (NA)
a.    Cara kerja komposisi I
1)      Timbang dengan teliti masing-masing bahan, larutkan dalam air suling 500 ml, lakukan pemanasan sambil diaduk hingga homogen.
2)      Tutup wadah dengan baik, sterilkan dengan menggunakan autoklaf pada tekanan 2 atm, suhu 121oC selama 15 menit.
b.    Cara kerja komposisi II
1)    Timbang dengan teliti seluruh bahan, perhatikan daging yang digunakan adalah yang bebas lemak, yang diiris kecil (seperti dadu), lalu dibersihkan.
2)   Selanjutnya daging direbus dalam 500 ml air hingga mendidih selama 15-20 menit, kaldu disaring dengan kapas atau kertas saring (bila masih keruh lakukan penyaringan ulang), tambahkan air yang hilang selama perebusan tadi hinggs 500 ml.
3)   Masukkan pepton dan agar, aduk hingga homogen, selanjutnya tutup wadah dengan kapas, sterilkan dalam autoklaf.
2.      Medium Potato Dekstrosa Agar (PDA)
1)      Timbang bahan dengan teliti, kentang berupa potongan kecil seperti dadu.
2)      Kentang direbus dalam 500 ml air,hingga mendidih selama 20 menit, lalu disaring dengan kapas atau kertas saring, tambahkan air hingga 500 ml.
3)      Masukkan dekstrosa dan agar, aduk hingga homogen,lalu ditutup.
4)      Tutuplah wadah dengan kapas dan sterilkan dalam autoklaf.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Pengamatan
Adapun hasil pengamatan dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
No.
Laboratorium mikrobiologi
Keterangan
1.


Medium NA




      a. Sebelum
     Warna : Coklat
              Konsentrasi : Cair
      b.Sesudah
                   Warna:Kuning Kecoklatan
       Konsentrasi: Semi Padat
2.
Medium PDA






     a. Sebelum
              Warna : Kuning              
               Konsentrasi : Cair
     b.Sesudah
      Warna : Kuning emas
            Konsentrasi : Semi Padat




B.     Pembahasan
Dari hasil pengamatan diatas didapatkan hasil bahwa medium potato dektrosa agar (PDA), merupakan subtrak yang paling baik untuk tumbuh mikroorganisme, sebelum melakukan pemanasan medium PDA, warna yang timbul berupa kuning. Dengan konsiten cair. Setelah melakukan sterilisasi medium PDA, warna yang timbul berupa warna kuning kecoklatan. Dengan konsistensi semi padat. PDA digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang,  2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang, dekstrosa dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.
Medium Nutrien Agar (NA) juga merupakan subtrak yang baik untuk tumbuh dan berkembangbiak mikroorganisme. Pada saat sebelum melakukan pemanasan Nutrien Agar (NA) warna yang timbul berupa coklat susu dan konsitensi cair. Dan sesudah melakukan pemanasan Nutrien Agar (NA) warna yang timbul berupa kuning kecoklatan dengan konsentrasi semi padat. NA digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Untuk komposisi nutrien agar adalah eksrak beef 10 g, pepton 10 g, NaCl 5 g, air desitilat 1.000 ml dan 15 g agar/L.
Kandungan pepton dan beef ekstrak pada medium NA dan PDA tersebut digunakan sebagai komponen yang penting bagi pertumbuhan bakteri karena kandungan protein hewaninya yang tinggi. Berdasakan komposisinya, NA termasuk ke dalam medium semisintetik, yaitu medium yang komponen dan takarannya sebagian diketahui dan sebagian lagi tidak diketahui secara pasti. Sedangkan berdasarkan fungsinya, NA termasuk ke dalam medium umum, yaitu medium yang dapat ditumbuhi berbagai jenis mikroorganisme.
Kedua teknik ini sering digunakan untuk menumbuh kembangkan mikroba pada medium, dan diharapkan pertumbuhan mikroba tersebut tumbuh dengan baik.


BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diambil dari hasil praktikum yang telah dilakukan bahwa Medium Potato Dextrosa Agar (PDA) konsistensinya berbentuk padat dan berwarna kuning yang berfungsi untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. Sedangkan Medium Nutrien Agar (NA) konsistensinya berbentuk padat dan berwarna kuning yang berfungsi untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof.
B.     Saran
Adapun saran dari pelakasanaan praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.       Sebaiknya alat – alat dalam praktikum harus steril sehingga tidak terjadi kontaminasi di dalam Laboratorium.
2.      Dalam melaksanakan praktikum, dilakukan secara jelas oleh asisten agar para praktikan dapat lebih memahami.

DAFTAR PUSTAKA

Arfiandi. Media pertumbuhan bakteri, http://freebussines.blogspot.com/, (09 November 2009).

Iptek,Pembuatan medium. http://www.berita iptek.com/images/ratnon, (09 November 2009).  

Natsir Djide dan Sartini, Mikrobiologi farmasi Dasar, Universitas Hasanuddin; Makassar, 2006.


Hadioetomo Ratna, Mikrobiologi Dalam Praktek (Jakarta:PT.Gramedia, 1990)

Pelozar, Dasar-Dasar Mikrobiologi, (Universitas Indonesia: Jakarta, 1996).

Widya. Media pertumbuhan bakteri, http://www.blogger.com/blog-this-g, (09 November 2009).

http://andy-manchunian.blogspot.com/2012/11/laporan-lengkap-mikrobiologi-medium.html

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar