Sabtu, 15 Februari 2014

Laporan Pembuatan Preparat Mitosis | BIOLOGI



A.    Tujuan

1.      Menbuat  preparat akar bawang merah dan bawang putih menggunakan metode squash dengan pewarnaan acetocarmin.

2.      Menganalisis hasil pembuatan akar bawang merah dan bawang putih menggunakan metode squash dengan pewarnaan acetocarmin.



B.     Landasan Teori

            Proses pertumbuhan tumbuhan berada pada ujung akar dan apeks batang pada bagian meristem. Proses pembelahan sel dimulai dengan pembelahan intinya dan selanjutnya terjadi pembelahan sel.          

Pembelahan sel secara mitosis pembelahan inti selnya telah didahului dengan terjadinya beberapa perubahan yang sangat pentingyaitu terbentuknya kromosom dalam inti sel selama berlangsungnya proses pembelahan tersebut. Pada pembelahan sel secara mitosis meliputi 4 tahapan yaitu :

1.             Profase, sentrosoma membelah menjadi mikrotubula aster yang terpisah. Ujungnya memanjang dan sentrosoma menjauh. Kromatin menduplikasi dan berkondensasi menjadi kromosom yang terikat pada sentromer, sentromer diikat kinetokor

2.             Metafase, selubung nukleus pecah, mikrotubula masuk daerah nukleus, mikrotubula kinetokor mengatur letak dan arah kromosom pada bidang ekuator yang diseimbangkan oleh gaya tarik menarik sama kuat dari kedua kutub pembelahan

3.             Anafase, kromosom terbelah menjadi 2 kromatid, setiap kromatid bergerak ke kutub yang berlawanan, selanjutnya berkumpul di kutub pembelahan

Telofase, selubung nukleus terakit kembali disekeliling tiap kromosom baru, kromosom berubah menjadi kromatin. Serat gelendong hilang, terbentuk karyotheca. Nukleolus muncul, bintang kutub mejadi sentriol, mengganda menjadi dua, diselaputi sentrosom. Gentingan pada bidang equator sampai ketengah putus tebentuk dua sel anak, masing-masing mengandung kromosom tetap 2n.



C.    Prosedur

Melakukan pengakaran bawang merah dan banwang putih selama 10 hari . Akar bawang yang sudah tumbuh dipotong sepanjang 5 mm dari ujung akar, diambil pada pukul 01.00, 06.00, 11.00, 16.00 dan 21.00. Pemfiksasian  irisan-irisan ujung akar dalam botol flakon berisi larutan asam asetat glasial45% pada suhu 40C selama 15 menit. Pencucian dengan cara mengganti larutan fiksatif dengan aquadest sebanyak dua kali.

Penghidrolisisan  akar bawang menggunakan HCL 1 N suhu 60­­­o dalam pemanas selama 5 menit (sampai akar menjadi transparan). Pencucian dengan cara mengganti larutan HCL 1 N dengan aquadest sebanyak dua kali menggunakan bantuan spuit.

Pewarnaan menggunakan acetocarmin selama 2 jam di dalam botol flakon. Mengganti acetocarmine dengan gliserin 1 ml untuk merendam irisan akar sebagai larutan stok. Afixing dengan mengambil sediaan akar bawang dari botol flakon dengan kuas, selanjutnya meletakan diatas gelas benda dan memotong dengan menggunakan silet tajam sepanjang 2 mm dari pangkal akar untuk dibuang(yang warnanya lebih terang).

Mounting dengan memberi sedikit larutan gliserin pada akar selanjutnya memencetnya dengan deck glass. Caranya adalah mendorong deckglass dengan di squash. Penyegelan tepi deck glass menggunakan kutek transparan. Mengamati dibawah mikroskop dan melakukan analisis.



D.    Hasil Pengamatan

Pukul
Bawang putih
Bawang merah
Keterangan
01.00




Perbesaran 400 x

     Inti sel
          Inti sel
06.00



Perbesaran 400 x

 Inti sel
  Inti sel
11.00


Perbesaran 400 x

Fase anafase
Inti sel
16.00


Perbesaran 400x

        Inti sel
Fase anafase
              Inti sel
21.00


Perbesaran 400x

       
            Inti sel

  Inti sel



E.     Pembahasan

Preparat squash akar bawang merah dan putih tidak menunjukkna perbedaan yang berarti pada fase-faase yang ditunjukkanya. Fase pembelahan terjadi dengan presentase lebih besar pada pukul 11.00 wib dengan ditemukanya beberapa fase anafase yang tidak mudah dijumpai pada preparat squash akar pada jam yang lainya.

Secara umum preparat terwarnai dengan baik, Inti sel (dalam hal ini kromosom) terwarna merah lebih kuat dibandingkan dengan sitoplasma ataupun organel sel lainya. Preparat tampak tipis dan bersih, selain itu warnanya kontras dan tidak terdapat gelembung udara. Pada jam tertentu seperti jam 11.00 Wib teramati adanya fase anafase pada mitosis. Preparat tidak gosong, dapat dikatakan preparat squash akar bawang cukup representatif.

F.     Kesimpulan

1.      Preparat akar bawang merah dan bawang putih dapat dibuat menggunakan metode squash dengan pewarnaan acetocarmin.

2.      Acetocarmine dapat mewarnai preparat akar bawang merah dan bawang putih dengan baik.

3.      Pada pukul 11.00 WIB teramati fase mitosis.



G.    Saran

1.      Dalam pembuatan preparat harus memperhatikan waktunya untuk hidrolisis dan pewarnaan.

2.      Dalam squashing  harus ditekan, agar sel-selnya terpisah-pisah dan dapat diamati fase-fasenya.



H. Daftar Pustaka

Mulyani, Sri. 2010. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Kanisius.

Rudyatmi, Ely. 2012. Bahan Ajar Mikroteknik. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA UNNES.

http://uruzukuyo.blogspot.com/2012/09/laporan-praktikum-pembuatan-preparat.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar